√ Merger Grab dan Gojek : Keuntungan dan Kerugian

Merger Grab dan Gojek – Isu merger Grab dan Gojek nampaknya masih menjadi perbincangan cukup hangat diberbagai media. Hampir setiap hari kita melihat adanya info mengenai bergabungnya dua perusahaan transportasi online terbaik dan terbesar di Asia Tenggara.

Sayangnya baik Gojek atau Grab masih membungkam belum membuka suara terkait isu serta kabar yang terus bermunculan. Hal tersebut otomatis membuat banyak sekali pemahaman, perdebatan dan spekulasi dari masyarakat luas, termasuk para mitra Grab ataupun Gojek.

Meski begitu dari beberapa informasi yang beredar, kabarnya dua startup Decacorn Asia Tenggara ini diketahui telah menyepakati isu merger operasinya. Bahkan untuk semua layanan yang dimiliki termasuk transportasi, pengiriman paket serta makanan dan pembayaran digital.

Namun masih perlu berbagai macam unsur agar proses merger Grab dan Gojek berjalan lancar. Karena jika hal ini benar-benar terjadi, otomatis akan ada banyak hal yang perlu diperhatikan, baik itu dari para mitra atau para partner yang telah bekerjasama membangun branding keduanya.

Keuntungan dan Kekurangan Merger Grab dan Gojek

Keuntungan dan Kekurangan Merger Grab dan Gojek

Melihat hal yang semakin hari semakin memanas tersebut, disini infojek akan sedikit menjelaskan apa saja dampak keuntungan serta kerugian yang akan ditumbulkan ketika benar-benar dua perusahaan Decacorn Asia Tenggara ini benar-benar bergabung.

Merger Grab dan Gojek

Merger Grab Gojek

Wacana merger Grab dan Gojek sepertinya telah menyita perhatian cukup banyak orang, termasuk para pakar dan juga analis. Pasalnya seperti di awal kami sampaikan, mega merger ini akan membuat dua startup rintisan bertitel decacorn mendatangkan hal-hal baru nantinya.

Baca  10 Cara Mengaktifkan Fitur Auto Accept Untuk Driver Grab

Jika benar terlaksana, mega merger Gojek dan Grab tentu saja akan bisa menguntungkan dan juga merugikan sebagian besar pihak yang tergabung di dalamnya. Meningat kedua startup ini punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Lantas apa saja kiranya keutungan serta kerugian yang mungkin saja terjadi bila kedua startup decacorn Asia Tenggaran ini benar-benar merjer? Dibawah ini akan infojek sampaikan beberapa hal terkait untung rugi mega merger ini.

Keuntungan Merger Grab dan Gojek

Keuntungan Merger Grab dan Gojek

Seperti infojek.com singgung diatas, setidanya bukan hanya akan mendatangkan kerugian bagi beberapa pihak, bergabungnya dua perusahaan besar ini juga akan memungkinkan mendatangkan keuntungan di masa mendatang, termasuk keuntungan pada bidang;

Dompet Digital

Dari beberapa gambaran para pengamat, jika wacana merger benar-benar terealisasi baik dalam waktu dekat atau lambat. Salah satu keuntungan yang bisa diperoleh adalah ekspansi pengembangan dompet digital yang tentu saja akan memperkuat pertumbuhan ekosistem fintech.

Hal ini terkait kepemilikan fasilitas pembayaran non tunai Ovo pada Grab dan Gopay pada Gojek. Dengan adanya merger, tentu saja perkembangan teknologi fintech kedua dompet digital tersebut akan jauh lebih maju dan lebih berkembang.

Memperkecil Dana Pengeluaran Perusahaan

Selain diatas, keuntungan lain yang juga mungkin akan bisa dirasakan terutama di bagian internal perusahaan tersebut yakni terkait pengeluaran biaya anggaran untuk menjaga ekosistem serta pangsa pasar serta untuk mencari pelanggan baru.

Dengan bergabungnya dua persahaan yang selama ini terus menerus bersaing dengan menawarkan fasilitas dan fitur iniovatif yang tentunya membutuhkan budget besar. Otomatis akan memangkas hal tersebut karena akan lebih fokus pada satu misi dan tujuan.

Perluasan Pasar

Kemudian keuntungan yang mungkin bisa diraih perusahaan hasil merger ini adalah perlusan pasar. Jika sekarang Grab dan Gojek menjadi pemegang pasar Asia Tenggara, dengan hasil merger ini kemungkinan mereka akan bisa menjadi pemegan dan atau penguasa pasar transportasi onlie di Asia.

Baca  Kantor Gojek Medan, Alamat & No Telp Terlengkap 2021

Kerugian Merger Gojek dan Grab

Kerugian Merger Gojek dan Grab

Bukan hanya sekedar menghadirkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Namun jika merger Grab dan Gojek benar-benar terjadi juga sangat berpotensi mengancam pertumbuhan iklim transportasi di Indonesia. Selain itu juga akan ada dampak negatif lain yang mungkin saja bisa terjadi, seperti halnya;

Penurunan Pendapatan Bagi Driver

Salah satu dampak negatif yang mungkin bisa saja terjadi dari hasil merger dua startup ini adalah penghasilan mitra driver yang semakin berkurang. Hal tersebut bisa saja terjadi karena selama ini banyak driver yang memiliki dua akun yakni Grab dan Gojek ketika beroperasi.

Tujuan utamanya tentu saja agar driver bisa mendapatkan benefit yang lebih serta memudahkan mereka ketika mencari penumpang. Dan bila isu ini benar-benar terjadi, maka benefit yang selama ini mereka dapatkan dengan nomilan yang lumayan sepertinya tak akan lagi bisa mereka dapatkan.

Hal ini karena tentu saja akan semakin sulit mendapatkan order karena jumlah pengemudi atau driver yang semakin banyak. Bahkan bisa jadi akan membuat bonus yang didapat bisa berkurang mengingat akan adanya peneysuaian dengan semakin banyaknya pengemudi.

Merger Bisa Picu Monopoli

Memicu kesan monopoli tentu akan menjadi dampak terburuk jika kedua perusahaan ini benar-benar bergabung. Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) Indonesia.

Dimana dari pernyataan tersebut, dikatakan bahwa bila benar-benar terjadi maka akan membuat kedua perusahaan melanggan aturan persaingan usah. Sebab jika dilihat dari data sharenya, baik Grab ataupun Gojek memang sudah menjadi pemilik pasar di Asia Tenggara.

Pemutusan Sepihak Mitra Pengemudi

Bergabungnya dua perusahaan ini tentu saja akan bisa menjadi polemik baru di tengah mitra pengemudi. Terutama polemik terkatit pemutusan sepihak mitra Pengemudi. Ini jelas bisa saja terjadi mengingat dengan adanya merger, otomatis jumlah driver akan menjadi begitu banyak.

Baca  6 Cara Menghapus Kartu Kredit di Grab dan Ketentuan!

Dimana ketika jumlah driver bertambah otomatis jumlah anggaran untuk bonus dan juga persentasi penghasilan akan semakin besar dikeluarkan oleh perusahaan. Melihat hal tersebut, banyak analis yang mengatakan bahwa pemutusan sepihak mitra pengemudi bisa saja terjadi.

Apalagi statusnya memang masih mitra, Dengan adanya pemutusan sepihak ini tentu akan membuat pengeluaran anggaran perusahaan untuk BONUS DRIVER GOJEK atau Grab akan semakin mengecil.

Itu beberapa untung dan rugi yang bisa di dapat oleh pihak perusahaan dan juga para driver ojek online terutama Grab dan Gojek jika merger kedua belah pihak benar-benar terjadi. Lalu apa untung rugi bagi konsumen?

Tentu masih cukup jauh jika membahas keuntungan dan kerugian merger Grab dan Gojek bagi para konsumen. Karena kabar ini pun masih belum diakui secara resmi oleh pihak startup. Yang pasti akan ada untung rugi bagi para konsumen sama seperti untung rugi bagi para driver.

Demikian kiranya informasi ang dapat infojek.com samapikan terkatit kabar mega merger Gojek dan Grab. Jika ada info terbaru tentang merger ini, nantinya akan kami kabarkan. Dan semoga dengan informasi diatas bisa bermanfaat.